Bukti Klinis Peristiwa Jemari Berlebihan

Apa kamu pernah menyaksikan bukti klinis seorang yang punyai jemari berlebihan di setiap tangan atau kaki lebih dari lima? Keadaan itu diberi nama polidaktili (polydactyly). Arti itu berawal dari bahasa Yunani “poly” yang bermakna banyak dan “dactylos” yang bermakna angka.

Polydactyly: Bukti Klinis Mengenai Peristiwa Jemari Berlebihan

Sebagian orang mempunyai polidaktili (polydactyly) atau dilahirkan dengan kelebihan jemari pada tangan atau kaki mereka.

Baca Juga: Ikan Tuna atau Ikan Salmon

Satu riset mengatakan, orang dengan 6 jemari memiliki pergerakan yang lebih terampil dibanding sama mereka yang “cuman” punyai 5 jemari.

Begitu dengan syaraf otak mereka yang dipandang lebih pintar sebab sanggup mengatur jemari tambahan.

Beberapa dokter menyebutkan ini selaku malformasi. Tetapi, apa polidaktili betul-betul tidak bawa faedah untuk seorang? Diprediksi, satu diantara tiap 700-1.000 bayi dilahirkan dengan polidaktili, yang bermakna mereka mempunyai jemari tambahan pada tangan, kaki, atau ke-2 nya.

Polidaktili benar-benar tidak biasa hingga sebagian orang kemungkinan menganggap selaku malformasi, bahkan juga penyimpangan. Banyak dokter kemungkinan mengusung jemari tangan atau kaki tambahan waktu lahir dengan operasi sebab memandang jemari tambahan itu tidak bermanfaat. Mereka mungkin saja mempunyai kecemasan mengenai citra diri pribadi di masa datang.

Tetapi, satu riset menunjukkan jika polidaktili bisa memberi faedah ringkas untuk seorang. Riset dari University of Freiburg di Jerman yang diedarkan dalam jurnal Nature Communications ini memperlihatkan, orang dengan polidaktili mempunyai semakin banyak ketangkasan pergerakan.

“Kami ingin ketahui apa subyek mempunyai ketrampilan motorik yang melebihi beberapa orang dengan 5 jemari dan bagaimana otak mereka bisa mengatur jemari tambahan itu,” kata Carsten Mehring, salah seorang periset.

Kelebihan Polidaktili

Beberapa peneliti mempelajari dua relawan yang mempunyai 6 jemari di setiap tangan, yaitu seorang wanita berumur 52 tahun dan putranya yang berumur 17 tahun. Ke-2 orang ini disuruh untuk terjebak dalam bermacam pekerjaan sekalian merekam rutinitas otak mereka lewat MRI fungsional.

Hasilnya tersingkap jika jemari tambahan mereka bekerja secara mandiri dari jari-jari yang lain dan dilakukan oleh otot mereka sendiri.

“Subyek kami bisa memakai jemari tambahan secara berdikari, serupa dengan jempol tambahan, baik sendiri atau dengan dengan 5 jemari yang lain, yang membuat kecurangan mengagumkan fleksibel dan trampil,” tutur Mehring.

“Misalkan, dalam eksperimen kami, subyek bisa lakukan pekerjaan dengan 1 tangan, yang umumnya kita memerlukan dua tangan,” paparnya diambil dari Medical News Today.

Disamping itu, didapat hasil jika walau pribadi dengan polidaktili harus mengatur jemari tambahan, ini nampaknya tidak tempatkan desakan tambahan pada otak mereka. Disamping itu, otak ke-2 relawan sudah mengendalikan sumber daya detil untuk mengatur jemari keenam.

Andrea Serino dan Michael Akselrod, dua periset yang bertanggungjawab pada riset MRI fungsional, menjelaskan jika mereka mendapati sumber daya saraf spesial yang mengatur jemari keenam dan ditata secara pas untuk memungkinkannya ketrampilan motorik tambahan.

Penemuan ini bukan hanya tawarkan pengetahuan polidaktili yang lebih bagus, tapi juga memungkinkannya beberapa periset untuk menyaksikan bagaimana otak manusia menyesuaikan dalam mengatur beberapa bagian badan yang kadang bukan sisi dari “formasi aslinya”.

Merilis Healthline, polidaktili tersering dirasakan pada tangan kanan atau kaki kiri, yang mana jumlah masalah pada tangan semakin banyak dibanding kaki. Diprediksi angka masalahnya ialah 1:1.000 jumlah komunitas, serta lebih kerap dijumpai pada komunitas Afrika-Amerika, yakni 1:150.

Apa pemicu polidaktili dan apa keadaan itu beresiko? Di bawah ini Bukti Klinis  mengenai keadaan jemari berlebihan pada seorang.

  1. Polidaktili tampil sebab perubahan genetik

Polidaktili dapat muncul karena ada abnormalitas genetik yang umumnya di turunkan dari orangtua. Tetapi, dalam beberapa keadaan, perubahan genetik dapat berasal dari factor external, misalkan paparan radiasi.

Minimal ada enam gen yang diasumsikan dengan munculnya polidaktili, yaitu: GLI3, GLI1, ZNF141, MIPOL1, PITX1, dan IQCE.

Satu pantauan pustaka dengan judul “Clinical Genetics of Polydactyly: An Updated Ulasan” dalam jurnal Frontiers in Genetics tahun 2018 mengatakan jika polidaktili mulai tumbuh saat embrio masuk ke minggu ke-4 sampai ke delapan.

  1. Beberapa jenis polidaktili

Polidaktili tersering berlangsung tanpa ada abnormalitas lain, yang mana ini dikenali selaku polidaktili terisolasi (isolated polydactyly) atau nonsyndromic polydactyly.

Kadang polidaktili terkait dengan keadaan genetik yang lain, yang dikenali dengan polidaktili sindromik (syndromic polydactyly), yang akan diulas di point seterusnya.

Polidaktili terisolasi terdiri jadi tiga tipe, yang dikelompokkan berdasar status jemari tambahan:

  • Postaxial polydactyly: tampil dibagian luar tangan atau kaki, tempat di mana jemari ke-5 (kelingking) ada. Pada tangan, ini diberi nama segi ulnaris. Tipe ini ialah wujud polidaktili yang umum.
  • Preaxial polydactyly: tampil dibagian dalam tangan atau kaki, tempat ibu jemari atau jempol kaki ada. Pada tangan, ini disebutkan segi radial.
  • Central polydactyly: tampil di tengah jemari tangan atau kaki.
  1. Permasalahan kesehatan yang lain terkait dengan polidaktili

Bersamaan perkembangan tehnologi genetik, beberapa periset mengelompokkan subtipe berdasar macam malformasi dan gen yang terjebak.

Studi dengan judul “Associated anomalies in individuals with polydactyly” yang termuat dalam jurnal American Journal of Medical Genetics tahun 1998, mempelajari 5.927 beberapa orang dengan polidaktili. Team periset mendapati jika cuman 14,6 % dari jumlah itu tercipta dengan abnormalitas genetik yang terkait.

Ada beberapa sindrom sangat jarang yang berkaitan dengan polidaktili, terhitung abnormalitas kognitif dan perubahan, dan malformasi di kepala dan muka.

Beberapa sindrom genetik yang diketemukan terkait dengan polidaktili salah satunya ialah:

  • Sindrom Down
  • Syndactyly
  • Acrocephalosyndactyly
  • Sindrom Greig
  • Sindrom Carpenter
  • Sindrom Saethre-Chotzen
  • Sindrom Bardet-Beidl
  • Sindrom McKusick-Kaufman
  • Sindrom Cornelia de Lange
  • Sindrom Pallister-Hall
  • Short-rib polydactyly
  • Sindrom triphalangeal thumb-polydactyly
  1. Polidaktili yang tiba dari factor luar dapat disebabkan dengan seorang ibu dengan diabetes

Satu riset pada 459 beberapa anak dengan isolated preaxial polydactyly yang tidak terkait dengan keluarga di Polandia dalam jurnal BMC Pediatrics tahun 2013, mendapati jika keadaan itu tampil seringkali pada:

  • Anak dari ibu yang diabetes
  • Anak yang lahir dengan berat kurang dari rerata
  • Anak yang lahir terakhir (anak ke-2 , ke-3 , dan seterusnya)
  • Anak yang punyai ayah berpendidikan rendah
  • Anak yang ibunya alami infeksi pernafasan pada 3 bulan pertama kehamilan
  • Anak yang ibunya punyai kisah epilepsi
  • Anak yang saat embrio terkena obat thalidomide
  1. Analisis polidaktili dapat dikerjakan pada 3 bulan kehamilan

Ultrasonografi klinis dapat menolong dokter dalam mengetahui apa si bayi dalam kandung mempunyai polidaktili atau mungkin tidak.

Keadaan itu bisa disaksikan semenjak umur kandung tiga bulan. Dokter akan bertanya adakah kisah polidaktili dalam keluarga.

Sesudah bayi dilahirkan, bakal ada pengecekan selanjutnya untuk mengenali adakah keadaan yang lain yang mengikuti.

  1. Polidaktili biasanya akan selekasnya diatasi waktu anak berumur dua tahun

Pengatasan polidaktili akan menyaksikan keadaan jemari tambahan, apa ada di tengah-tengah, di jempol, atau disamping jemari kelingking.

Operasi adalah pengatasan umum dan maksudnya ialah supaya tangan atau kaki itu muat di sepatu atau sarung tangan. Operasi bisa juga dikerjakan selanjutnya waktu dewasa untuk argumen seni.

Polidaktili ialah keadaan yang umum, yang terjadi semenjak 10.000 tahun lalu dan sudah di turunkan dari angkatan ke angkatan.

Jika polidaktili tidak dituruti dengan sindrom genetik yang lain, keadaan jemari berlebihan itu tidak perlu begitu dicemaskan, sebab biasanya dapat di hilangkan dengan operasi. Beda hal dengan polidaktili sindromik yang dapat mengakibatkan kerusakan dibagian badan lain.