Ikan Tuna atau Ikan Salmon

Siapa Terbaik Baik Buat Tubuh, Ikan Tuna atau Ikan Salmon

Hei kamu yang menyukai makan sajian ciri khas Jepang! Jika kamu ke restaurant Jepang, sajian ikan salmon atau tuna tersering dijumpai.

Sashimi, bermacam sushi, steak, bahan sajian Hawaii poke, sampai sandwich, ikan salmon atau tuna dapat dibuat jadi bermacam rupa masakan.

Baca Juga: Perkembangan Vitamin C Waktu ke Waktu

Rasanya sama sedap, kemungkinan banyak yang bertanya mana antara ke-2 nya yang lebih sehat. Ke-2 nya pada intinya mempunyai bermacam gizi, dari protein sampai lemak yang perlu untuk badan.

Sudah pasti, bergantung keperluanmu, ikan salmon dan tuna mempunyai kekurangan dan keunggulannya semasing. Berikut beberapa faktor pembanding yang penting kamu lihat saat sebelum konsumsi salmon atau tuna.

  1. Info daging tuna

Daging ikan tuna sedikit lebih tebal dengan warna merah muda sampai merah tua (bergantung dari mutunya). Warna merah itu berawal dari senyawa protein pengikat oksigen namanya mioglobin.

Tetapi, kenapa tuna olahan warna abu-abu? Senyawa mioglobin sebenarnya rawan remuk bila terserang panas. Oleh karenanya, tuna olahan yang telah diolah atau kalengan nampak warna lebih abu-abu dibanding tuna mentah.

Sebatas info, daging tuna yang sangat terkenal untuk jadi sushi berawal dari tipe yellowfin (sirip kuning) atau Madidihang. Ukuran sedikit lebih kecil dengan warna yang lebih merah.

Namun, ikan tuna mempunyai kandung lemak yang sangat rendah, hingga umumnya tuna diolah secara medium-rare supaya masih lembap. Bila dimasak kelamaan, karena itu ikan tuna bisa menjadi sangat kering, hingga kurang lezat dikonsumsi!

Departemen Pertanian Amerika Serikat (USDA) mereferensikan mengolah ikan sampai 62,8 Celcius, supaya tidak jadi toksin.

  1. Tuna memiliki kandungan merkuri?

Salah satunya kecemasan makan ikan tuna ialah kandung merkuri, senyawa yang beresiko untuk otak dan perkembangan anak. Karena tuna ukuran besar kerap memakan ikan kecil yang memiliki kandungan merkuri, kandung merkuri itu turut terakumulasi dalam daging ikan yang kerap jadi bahan isian sandwich ini.

Tubuh Pelindungan Lingkungan Amerika Serikat (EPA) batasi kandung merkuri pada daging sampai 0,3 μg/gr berat basah. Tetapi, menurut riset di Amerika Serikat (AS) dalam Environmental Pollution tahun 2017, kandung merkuri pada 117 tuna tipe yellowfin dari 12 negara lebih dari itu, yakni sampai 7x lipat!

Walau tuna tidak mempunyai kandung merkuri setinggi daging hiu dan makerel, Tubuh Pengawas Obat dan Makanan AS (FDA) dan EPA tidak merekomendasikan konsumsi daging tuna untuk ibu hamil, optimal 1-2 jatah satu minggu.

  1. Info daging salmon

Nah, favorite banyak orang, daging salmon nampak menarik dengan warna merah muda dan sedikit merah oranye. Warna ini tiba dari zat karotenoid namanya astaxanthin yang dari udang dan kepiting kecil, makanan khusus ikan salmon. Sebab astaxanthin tahan panas, karena itu daging salmon masih warna kemerahan sesudah dimasak.

elain itu, ikan yang kerap jadi wellington dan mentai ini lebih berlemak dan berminyak dibanding tuna, hingga pas untuk diproses dengan bermacam tehnik, dari goreng, panggang, grill, sampai dikonsumsi mentah selaku sashimi atau salad!

Tipe salmon yang tersering kita jumpai ialah yang dijaring dari Samudra Pasifik, yakni Sockeye, Chinook, dan Coho.

Dari sisi kandung, daging salmon kaya vitamin D dan lemak omega-3. National Health Institute (NIH) menjelaskan jika vitamin D diperlukan untuk peresapan kalsium untuk kesehatan tulang. Disamping itu, vitamin D berperanan penting dalam tingkatkan mekanisme imun dan kesehatan otak.

Di lain sisi, sebab omega-3 ialah lemak fundamental yang tidak bisa dibuat badan, karena itu konsumsi salmon sangat dianjurkan! Omega-3 bisa mendesak kandungan trigliserida dan tingkatkan jumlah cholesterol baik (HDL) pada darah.

Menurut satu studi di Norwegia yang termuat dalam British Journal of Nutrition di tahun 2016, dari 38 peserta yang konsumsi salmon sepanjang empat minggu, mereka memberikan laporan kenaikan kandungan HDL dan pengurangan trigliserida secara berarti, dibanding mereka yang makan ikan atau daging tanpa ada lemak.

  1. Perbedaan gizi salmon dan tuna

Tanpa ada karbohidrat, daging salmon dan tuna sama memiliki nutrisi tinggi, dari protein sampai mineral dan vitamin. Daging tuna yang rendah kalori (93 kalori) berasal dari protein yang tinggi (21 gr) dan rendah lemak (kurang dari 1 gram), sedang salmon yang berminyak berasal dari kayanya lemak (5-11 gr) pada dagingnya.

Dari sisi kalori, USDA mengatakan daging salmon mempunyai lemak yang tinggi (124-177 kalori, dibanding tuna yellowfin yang cuman 77). Lemaknya juga bukan sembarangan lemak, tetapi lemak omega-3 yang sehat.

Disamping itu, daging salmon berkadar vitamin D yang semakin banyak dibanding tuna, kandung yang sulit didapatkan dari umumnya bahan makanan. Salmon bisa penuhi angka keperluan nutrisi (AKG) vitamin D sampai nyaris 50 %! Tetapi, balik lagi, bila bicara berkenaan protein rendah lemak, daging tuna yang menang.

  1. Jadi, salmon atau tuna?

Menjawab pertanyaan itu, jawabnya “bergantung”. American Heart Association di tahun 2019 merekomendasikan konsumsi seafood sampai 2x satu minggu untuk mempertahankan kesehatan jantung. Jadi, konsumsi salmon dan tuna sama ukuran sangat dianjurkan untuk kesehatanmu!

Sesungguhnya, kekeduanya sama sehat! Tetapi, jika diminta pilih, pikirkan hasrat dan keperluanmu. Pengin jaga jantung masih sehat? Salmon. Bila kamu pengin konsumsi protein tanpa ada kalori, ikan tuna bisa saja opsi.

berikut perbedaan kandung yang ada dalam ikan tuna dan ikan salmon:

Gizi

Sedang salmon dengan berat yang serupa memiliki kandungan 160 kalori, 22 gr protein dan 5 gr lemak.

Vitamin

Ikan salmon memiliki kandungan 45 % vitamin B-12 dalam badannya, sesaat ikan tuna memiliki kandungan 30 % vitamin B-12. Vitamin B-12 berguna untuk kesehatan kulit dan mata, Mam.

Kolestrol

Dalam 100 g ikan salmon, ada 55 miligram cholesterol dibanding dengan tuna yang memiliki kandungan 44 miligram cholesterol dalam berat yang serupa.

Walau jumlah kandung nutrisinya tidak sama, ikan salmon dan ikan tuna sama baik dimakan oleh anak, sebab bisa memaksimalkan perubahan otaknya, Mam. Kecuali dapat memaksimalkan perubahan otak

Itu kata Susi Pudjiastuti, bekas Menteri Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia, masalah makan ikan dan kesehatan! Ingin ditenggelamkan atau masih makan ikan?! Begitu, factor pembanding di antara daging ikan salmon dan tuna. Untuk ibu hamil, awasi konsumsi ikan tuna sebab ada kandung merkuri. Amannya tanyakan dahulu ke dokter.

Ikan salmon dan tuna telah berlanglang buana dalam bermacam sajian dari bermacam bangsa di penjuru dunia sebab rasanya dan faedah kesehatan yang dibawa. Bagusnya konsumsi ke-2 nya dalam jatah cukup, dan gabungkan dengan makanan sehat yang lain supaya konsumsi gizimu masih imbang.