Bukti Penting Penyakit Addison

Penyebab Hiperpigmentasi, Ini Bukti Penting Penyakit Addison

Bukti pentung penyakit Addison, atau disebutkan insufisiensi adrenal, ialah penyakit sangat jarang berbentuk abnormalitas yang berlangsung. Saat badan tidak hasilkan hormon spesifik secara cukup. Kelenjar adrenal berada di atas ginjal. Kelenjar ini hasilkan banyak hormon yang dibutuhkan badan untuk jalankan peranan umumnya.

Merilis Healthline, penyakit Addison berlangsung waktu korteks adrenal hancur dan kelenjar adrenal tidak hasilkan cukup hormon steroid kortisol dan aldosteron.

Baca Juga: Penyebab dan Jenis Impetigo

Kortisol mengendalikan reaksi badan pada keadaan depresi, sedang aldosteron menolong peraturan natrium dan kalium. Korteks adrenal menghasilkan hormon sex (androgen).

Berdasarkan penjelasan dari National Organization for Rare Disorders (NORD), seputar 1 dari 100.000 orang di Amerika Serikat (AS) menanggung derita penyakit Addison, dengan kebiasaan keseluruhnya diprediksi di antara 40 dan 60 orang per juta komunitas umum. Tetapi, sebab penyakit ini peluang tidak terdeteksi, karena itu susah untuk tentukan jumlah sesungguhnya pada komunitas umum.

Penyakit Addison dapat dirasakan lelaki dan wanita dengan resiko yang serupa, khususnya umur di antara 30-50 tahun. Penyakit ini pertamanya kali dideteksi pada literatur klinis seputar tahun 1885 dengan seorang dokter dari Inggris, yakni Thomas Addison.

Dikumpulkan dari bermacam sumber, berikut bukti sekitar penyakit Addison yang penting kamu kenali.

  1. Tipe penyakit Addison berdasar pemicunya

Penyakit Addison terdiri dari 2 tipe khusus berdasar pemicunya, yakni:

  • Insufisiensi adrenal primer: tipe ini berlangsung waktu kelenjar adrenal alami kerusakan yang paling kronis, hingga tidak dapat kembali hasilkan hormon kortisol dan aldosteron. Tipe ini tersering berasal dari mekanisme ketahanan tubuh yang menyerbu kelenjar adrenal. Tipe ini adalah penyakit autoimun. Pada keadaan ini, mekanisme kebal salah menduga organ atau anggota badan mana juga sebab bakteri atau virus, hingga menyerbu beberapa sel sehat yang ada pada tubuh. Merilis Healthline, pemicu lain insufisiensi adrenal primer yakni: administrasi glukokortikoid berkelanjutan seperti prednison, infeksi pada tubuh, kanker dan perkembangan abnorma (tumor), dan pencair darah spesifik yang dipakai untuk mengatur pembekuan pada darah.
  • Insufisiensi adrenal sekunder: berlangsung saat kelenjar pituitari (berada di otak) tidak sanggup hasilkan hormon adrenokortikotropik (ACTH). ACTH bekerja untuk memberitahu kelenjar adrenal waktu untuk melepas hormon. Disamping itu, kekurangan adrenal bisa juga berlangsung bila seorang tidak minum obat kortikosteroid yang sudah diresepkan oleh dokter. Kortikosteroid dapat menolong mengatur keadaan kesehatan yang akut seperti asma. Insufisiensi adrenal sekunder bisa juga berasal dari factor lain misalnya: tumor, genetika, beberapa obat, dan luka otak traumatis.
  1. Kecapekan dan hiperpigmentasi adalah tanda-tanda awalnya penyakit Addison

Tanda-tanda penyakit Addison berbeda pada tiap orang, biasanya berkembang secara perlahan-lahan dari sekian waktu, dan umumnya kerap berlangsung pada banyak keadaan (tidak detil). Ini mengakibatkan penyakit telat terdeteksi, hingga tanda-tanda condong telah dalam step jelek waktu teridentifikasi.

Berdasarkan penjelasan dari NORD, kecapekan dan hiperpigmentasi ialah tanda-tanda awalnya penyakit Addison. Hiperpigmentasi adalah timbulnya bintik kulit yang lebih gelap dibanding kulit yang disekelilingnya. Perombakan warna ini umumnya berlangsung pada tempat dekat sisa cedera, lipatan kulit seperti buku jemari, dan pada selaput lendir seperti gusi.

Merilis Merck Manual, bercak-bercak hitam bisa juga berkembang di atas dahi, muka, dan pundak. Saat itu, perombakan warna hitam kebiruan dapat berlangsung di seputar puting, bibir, mulut, rektum, skrotum, atau vagina.

Abnormalitas kulit ini, dapat menyusul perubahan tanda-tanda yang lain sepanjang beberapa bulan atau sekian tahun, tapi tidak ada kesemua pasien. Kecuali hiperpigmentasi, pasien penyakit Addison bisa juga meningkatkan vitiligo, yakni timbulnya bintik putih di beberapa anggota badan.

Kecuali kecapekan dan abnormalitas kulit, pasien penyakit Addison bisa juga alami bermacam tanda-tanda gastrointestinal seperti mual, muntah, dan sakit di perut. Diare peluang akan dirasakan, walau jarang-jarang.

Disamping itu, pasien penyakit Addison akan alami pengurangan selera makan yang menyebabkan pengurangan berat tubuh. Kecapekan progresif, kekurangan otot, ngilu otot (mialgia), kejang otot, ngilu persendian, dehidrasi, dan tekanan darah rendah (hipotensi) peluang bisa juga berlangsung. Bahkan juga, dalam beberapa masalah penderitanya dapat alami raib kesadaran untuk sebentar.

Penyakit Addison dapat menyebabkan perombakan emosi dan sikap, seperti iritabilitas, stres, dan fokus yang jelek. Penderitanya kemungkinan ngidam garam atau makanan asin dan keadaan gula darah rendah.

Pada pasien wanita, peluang akan alami haid tidak teratur, kehilangan rambut badan, dan pengurangan dorongan seksual.

  1. Menanggung derita kanker, tuberkulosis, atau mempunyai penyakit autoimun adalah factor resiko penyakit Addison

Ada faktor-faktor yang bisa tingkatkan resiko penyakit Addison. Merilis Healthline, seorang dapat beresiko semakin tinggi menanggung derita penyakit Addison bila:

  • Memiliki kanker
  • Minum antikoagulan (pencair darah)
  • Menderita infeksi akut seperti tuberkulosis
  • Menjalani operasi untuk mengusung sisi mana juga dari kelenjar adrenal
  • Menderita penyakit autoimun seperti diabetes type 1 atau penyakit Graves
  1. Penyakit Addison dapat mengakibatkan kritis Addisonian, yang disebut kondisi genting klinis

Dalam beberapa masalah, tanda-tanda penyakit Addison dapat tampil secara mendadak, yang dikenali dengan keadaan tidak berhasil adrenal kronis atau kritis Addisonian.

Kritis Addisonian umumnya berlangsung saat penyakit tidak juga diobati. Keadaan ini berlangsung selaku akibatnya karena depresi fisik seperti luka, infeksi, atau penyakit. Umumnya, kelenjar adrenal menghasilkan 2-3 kali jumlah kortisol yang umum selaku tanggapan pada depresi fisik. Dengan ketidakcukupan adrenal, karena itu ketakmampuan untuk tingkatkan produksi kortisol dengan depresi dapat menyebabkan kritis Addisonian.

Berdasar info dari NORD, selama saat kritis Addisonian, penderitanya peluang alami kehilangan kemampuan secara tiba-tiba, sakit kronis di bagian punggung bawah, perut, atau kaki.

Disamping itu, ada juga peluang alami muntah atau diare yang mempunyai potensi mengakibatkan dehidrasi, tekanan darah rendah, dan kehilangan kesadaran.

Kritis Addisonian adalah kondisi genting klinis yang dapat mengakibatkan kompleksitas yang dapat memberikan ancaman jiwa, seperti terguncang atau tidak berhasil ginjal, bila tidak selekasnya diatasi. Kritis ini umumnya tampil waktu penderitanya alami depresi seperti waktu kecelakaan, trauma, pembandinghan, atau infeksi kronis.

  1. Analisis penyakit Addison

Dalam proses analisis, dokter akan bertanya kisah kesehatan dan beberapa gejala yang dirasakan pasien. Kemudian, akan dikerjakan pengecekan fisik dan kemungkinan disuruh untuk lakukan beberapa test laboratorium untuk check kandungan kalium dan natrium pasien.

Dokter peluang pesan test pencitraan seperti penyekenan MRI dan menghitung kandungan hormon pasien.

  1. Perawatan penyakit Addison

Penyakit Addison akan dirasakan sepanjang umur. Perawatan diperlukan untuk mengurus tanda-tanda dan menghindar kompleksitas yang dapat berpengaruh fatal, seperti kritis Addisonian yang telah diterangkan barusan.

Dokter akan memberikan perawatan sesuai pemicu yang memicu penyakit Addison pasiennya. Peluang, dokter akan memberi resep obat yang mengendalikan kelenjar adrenal pasien.

Pasien peluang perlu minum gabungan obat glukokortikoid (obat yang hentikan infeksi) untuk tingkatkan kesehatannya. Beberapa obat ini akan diminum sepanjang umur, dan pasien jangan melepaskan satu jumlah juga.

Therapy alternatif hormon kemungkinan akan dikerjakan untuk gantikan hormon yang tidak dibuat oleh kelenjar adrenal. Obat alternatif hormon ini bisa juga menolong pasien mengurus tanda-tanda yang dipunyainya. Pasien seharusnya terus minum obat sama seperti yang sudah disarankan dokter, sebab minum obat begitu sedikit atau kebanyakan dapat berpengaruh negatif untuk kesehatan pasien.

Pasien seharusnya jaga tingkat depresi, sebab bila mempunyai penyakit Addison, kejadian besar seperti luka atau kehilangan orang yang disayangi dapat tingkatkan tingkat depresi yang nanti akan mempengaruhi langkah pasien dalam memberi respon penyembuhan. Seharusnya pasien mengulas pada dokter mengenai langkah pilihan untuk mengurus depresi, misalkan meditasi atau yoga.

Juga penting untuk pasien selalu untuk menyiapkan peralatan genting yang berisi beberapa obat, bila setiap saat penyakit kumat saat diperjalanan. Disamping itu, pasien seharusnya simpan kartu peringatan klinis di dompet dan gelang di pergelangan tangannya, untuk memberitahu seseorang mengenai keadaannya bila setiap saat dia alami kecelakaan atau alami luka saat di luar rumah, supaya bisa mendapatkan perawatan yang pas.

Itu jejeran bukti sekitar penyakit Addison, penyakit akut yang dapat mengakibatkan hiperpigmentasi. Selekasnya kontrol diri ke dokter bila alami gejala-gejalanya. Semakin cepat terdeteksi, maka semakin besar keinginan hidup dan terlepas dari kompleksitas beresiko